Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?
Home » BOLEH MEMILIH DALAM MELAKSANAKAN TATACARA AMALAN HAJI

BOLEH MEMILIH DALAM MELAKSANAKAN TATACARA AMALAN HAJI

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللهِ r وَقَفَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَجَعَلُوا يَسْأَلُونَهُ فَقَالَ رَجُلٌ لَمْ أَشْعُرْ فَحَلَقْتُ قَبْلَ أَنْ أَذْبَحَ قَالَ اذْبَحْ وَلاَ حَرَجَ فَجَاءَ آخَرُ فَقَالَ لَمْ أَشْعُرْ فَنَحَرْتُ قَبْلَ أَنْ أَرْمِيَ قَالَ ارْمِ وَلاَ حَرَجَ فَمَا سُئِلَ يَوْمَئِذٍ عَنْ شَيْءٍ قُدِّمَ وَلاَ أُخِّرَ إِلاَّ قَالَ افْعَلْ وَلاَ حَرَجَ

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash bahwasanya Rasulullah r berhenti pada haji Wada’. Maka para sahabat bertanya kepada beliau. Seorang lelaki berkata, “Aku tidak tahu, aku telah mencukur sebelum menyembelih kurban.” Nabi r bersabda, “Sembelihlah kurban, maka tidak mengapa.” Datang yang lain dan berkata, “Aku tidak tahu, Aku menyembelih kurban sebelum melempar jamrah.” Nabi r menjawab, “Lemparlah jamrah dan tidak mengapa.” Pada hari itu beliau tidak ditanya tentang sesuatu yang diawalkan atau diakhirkan kecuali beliau bersabda, “Lakukanlah, dan tidak mengapa.” (HR. Al-Bukhari No.1736)

Intisari Dalil beserta Fiqihnya:

  • Tertib yang diperintahkan dalam ibadah haji tanggal 10 dzulhijjah yaitu, melemparkan, menyembelih, bercukur, lalu Thawaf Ifadhah. Jika tidak seperti itu, maka tidak mengapa, hal tersebut memang diperbolehkan sebab urutan itu hanya sunnah dan tidak wajib.
  • Kewajiban bertanya bagi orang yang tidak mengetahui tentang suatu masalah ibadah.
  • Dalam melaksanakan amalan haji boleh memilih mana yang mudah dilaksanakan.

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.