Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?
Home » BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN IBADAH HAJI

BEBERAPA HAL YANG BERKAITAN DENGAN IBADAH HAJI

I.  BADAL HAJI DAN UMRAH

Badal haji dan umrah, yakni melakukan haji atas nama orang lain atau melaksanakan umrah atas nama orang lain.

 Intisari dalil beserta fiqihnya:

  • Disyariatkan menghajikan atau mengumrahkan orang yang tidak bias haji karena udzur, baik karena sakit seperti stroke, sangat lemah, tua renta, pikun atau sudah meninggal dunia. Baik sebagai keluarga atau tidak ada hubungan keluarga.
  • Khusus untuk anak menghajikan atau mengumrahkan orangtua termasuk salah satu bentuk cara berbakti kepada orang tua yang hukumnya wajib.
  • Wanita boleh menghajikan laki-laki, demikian juga sebaliknya.
  • Sunah menyebutkan nama orang yang diibadalkan saat membaca lafaz niat haji atau umrah.
  • Orang yang membadalkan orang lain, orang tersebut wajib sudah melaksanakan umrah atau haji atas dirinya sendiri.

II.  BOLEH MEMILIH DALAM MELAKSANAKAN TATA CARA AMALAN HAJI

Intisari dalil beserta fiqihnya:

  • Tertib yang diperintahkan dalam ibadah haji tanggal 10 Dzulhijjah yaitu, melemparkan,menyembelih, bercukur, lalu thawaf ifadhah. Jika tidak seperti itu, maka tidak mengapa, hal tersebut memang diperbolehkan sebab urutan itu hanya sunah dan tidak wajib.
  • Kewajiban bertanya bagi orang yang tidak mengetahui tentang suatu masalah ibadah.
  • Dalam melaksanakan amalan haji boleh memilih mana yang mudah dilaksanakan berdasarkan dalil yang shahih.

III.  HUKUM BERBISNIS ATAU BEKERJA SAAT HAJI

Intisari dalil beserta fiqihnya:

Boleh hukumnya berbisnis atau bekerja saat ibadah haji asal usahanya halal dan tidak melanggar syariat islam.

IV.  FATWA MUI TENTANG MIQAT

 V.  WANITA HAID DALAM IBADAH HAJI DAN UMRAH

  1. Haid sebelum Melaksanakan Thawaf (Ifadhah atau Rukun Umrah)

Suci adalah syarat sah thawaf baik suci dari hadast besar dan kecil. Maka bagi wanita haid yang belum melaksanakan thawaf baik Thawaf Ifadhah maupun thawaf rukun umrah ia harus menunggu sampai selesai haidnya. Setelah suci baru melaksanakan thawaf.

Namun demikian jika kondisi sangat darurat yang tidak memungkinkan untukmenunggusuci misalnya, jamaah wanita umrah tersebut jadwal pemulangannya sudah tiba dan harus pulang ke tanah air atau misalnya pesawat dari kloter dari wanita yang bersangkutang akan segera berangkat sementara mengubah jadwal pemulangan merupakan perbuatan yang sangat sulit, maka wanita yang haid tersebut boleh melaksanakan thawaf dengan cara mandi terlebih dahulu dan tetap menjaga agar darah tidak tercecer misalnya dengan menggunakan pembalut.

  1. Haid Sebelum Thawaf wada’

Para ulama’ sepakat bahwa wanita haid tidak diwajibkan melaksanakan thawaf wada’.

VI.  UMRAH BERKALI-KALI

Intisari dalil beserta fiqihnya:

Berdasarkan dalil-dalil yang ada yang antara lain tersebut di atas, maka dalam masalah ini para ulama menyimpulkan:

  • Ibadah umrah itu merupakan ibadah yang disyariatkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang hukumnya adalah wajib satu kali seumur hidup sama dengan kewajiban melaksanakan ibadah haji.
  • Dalam hal umrah berkali-kali dalam satu tahun atau dalam satu perjalanan Ulama berbeda pendapat.

VII.  MAHRAM BAGI WANITA DALAM IBADAH HAJI DAN UMRAH

a.  bagi wanita yang akan melaksanakan ibadah haji atau umrah wajib disertai mahram atau suaminya, jika dalam                              keadaan tidak aman.

b.  wamita yang akan menunaikan ibadah haji atau umrah tidak harus dengan mahram atau suaminyab selama terjamin                    keamanannya.

 VIII.  TEMPAT ZIARAH DAN SITUS BERSEJARAH SEKITAR MEKAH

Tempat ziarah dan situs bersejarah sekitar mekah, antara lain:

  1. Mekah

Pusat kota suci umat islam yang disebut juga sebagai Tanah Haram/Tanah Suci, karena selain muslim dilarang untuk memasukinya. Di kota Mekah terdapat Masjidil Haram dan Ka’bah atau Baitullah sebagai pusat tempat peribadatan ummat islam dalam menunaikan ibadah hajidan umrah, dan juga sebagai tempat kelahiran Rasulullah.

  1. Masjidil Haram

Masjid tertuadi kota Mekah ini berbentuk persegi dan dibangun mengelilingi  jamaah. Masjid ini memiliki keutamaan yaitu shalat di masjid ini lebih utama dari 100.000 (seratus ribu) kali shalat di masjid lain.

  1. Ka’bah

Bangunan yang berbentuk segi empat, terletak di tengah-tengah Masjidil Haram. Pertama kali dibangun oleh nabi Ibrahim. Ka’bah merupakan bangunan pertama diatas bumi ini yang digunakan untuk tempat beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dan merupakan kiblat bagi umat islam. Ukuran Ka’bah adalah panjang 12M, lebar 11M, dan tinggi 15M.

  1. Hajar Aswad

Sebuah batu yang berasal dari surga. Terletak disudut Ka’bah yang tidak pernah sepi dari rebutan dan kerumunan orang menciumnya. Sudut hajar aswad merupakan batas permulaan dan berakhirnya thawaf.

  1. Multazam

Bagian tembok atau dinding Ka’bah yang terletak antara pintu Ka’bah dengan Hajar Aswad. Tempat ini digunakan untuk bermunajat kepada Allah setelah melakukan thawaf. Rasulullah bersabda bahwa tempai ini merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa.

  1. Maqam Ibrahim

Batu tempat pijakan kaki Nabi Ibrahim ketika membangun Ka’bah dan juga ketika itu memanggil umat manusia untuk berhaji ke Baitullah., jaraknya kurang lebih 8M dari Ka’bah.

  1. Hijir Ismail

Tempat yang sering dipakai untuk sholat sunah. Hijir ismail merupakan bagian dari Ka’bah yang dibatasi tembok setengah lingkaran yang disebut al-Hatim. Shalat sunah disini sama halnya shalat di dalam Ka’bah.

  1. Mizab (Tiang Emas)

Talang untuk membuang air hujan. Pada mulanya Ka’bah tidak mempunyai atap, sehingga tidak memerlukan talang. Pertama kali Ka’bah diberi atap oleh suku Quraisy, ketika merenovasinya. Mizab sekarang ini telah dilapisi dengan emas.

  1. Sumber Zamzam

Mata air yang terdapat di dekat Ka’bah. Sejarah umur zamzam sangat identik dengan sejarah Nabi Ismail dan ibunya Siti Hajar. Mata air tersebut muncul dari dalam tanah berpasir melalui hentakan kaki Ismail ketika bayi. Air zamzam sangat banyak manfaat dan keistimewaannya. Sejaktahun 2004M. areal diatas sumur zamzam ini ditutup untuk memperluas areal thawaf.

  1. Shafa-Marwah

Duah buah bukit berjarak lebih kurang 450 M, merupakan tempat Siti Hajar bolak nalik sebanyak 7 kali untuk mencari sumber air yang akan diberikan kepada anaknya, Ismail. Tempat tersebut merupakan salah satu rukun haji dan umrah yang merupakan proses pelaksanaan sa’i. lokasi kedua tempat tersebut disebut Mas’a (tampat sa’i).

  1. Tempat Kelahiran Nabi

Rumah tempat kelahiran Rasulullah. Beliau lahir hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun gajah yang bertepatan dengan 20 April 570 Masehi. Sekarang rumah tersebut dijadikan sebagai tempat perpustakaan Mekah.

  1. Ma’la

Tempat pemakaman yang terletak sekitar 650 M sebelah utara Masjidil Haram. Sejak masa Rasulullah, pemakaman ma’la dijadikan sebagai pemakaman umum bagi umat islam kota Mekahdan sekitarnya. Di pemakaman ini antara lain terdapat kuburan Siti Khadijah istri Rasulullah dan Qasyim Bin Muhammad (putra beliau).

  1. Masjid Jin

Masjid ini terletak dekat pemakaman ma’la. Masjid jin ini erat kaitannya dengan asbabun nuzul QS Jin ayat 1-2, yaitu tempat sekelompok jin yang berbai’at kepada Nabi Muhammad sebagai utusan Allah yang kemudian rombongan jin tersebut masuk islam.

  1. Gua Hira

Sebuah gua yang terdapat di puncak Jabal Nur terletak kurang lebih 6KM sebelah utara Masjidil Haram. Disinilah Nabi Muhammad menerima wahyu pertama yaitu surat al-Alaq.

  1. Jabal Tsur

Suatu daerah perbukitan atau gunung tempat persembunyian Rasulullah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq untuk menghindari kejaran orang-orang kafir Mekah saat beliau hijrah ke Madinah.

IX.  LANGKAH AWAL MELAKSANAKAN UMRAH DAN HAJI MABRUR

a.  Mencari dan Memilih Yayasan / Travel Penyelenggara Umrah dan Haji

Pilihlah yayasan / travel perjalanan haji yang jelas letak kantor, pegawai, dan perizinan operasionalnya. Perhatikan bagaimana proses pengurusan umrah dan haji di biro perjalanan tersebut.

Penyelenggara ibadah hajibaik regular maupun haji plus ada aturan yang jelas. Misalnya mekanisme penyetoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH)-nya harus melalui lembaga perbankan, bukan melalui perorangan. Visa yang digunakan visa haji bukan calling visa.

b.  Kiat Memilih Yayasan / Travel Umrah dan Haji

  • Anda harus mengetahui apakah yayasan/travel yang kita pilih memiliki izin penyelenggara umrah dan haji dari Depag dan pastikan izin tersebut harus berlaku.
  • Lihatlah track record-nya. Sejak kapan yayasan/travel itu menangani umrah dan haji.
  • Lihat dan perhatikan fasilitas dan program yang ditawarkan.
  • Konsultasikan kepada keluarga atau sahabat yang pernah umrah/haji tentang yayasan/travel yang akan dipilih.

c.  Tata cara Pendaftaran Haji

  • Mengisi SPPH di kantor Kementrian agama Kabupaten/kota dengan menyerahkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan sehat, dan pas foto terbaru ukuran 3×4 sebanyak 10 lembar, berlatar belakang puih dengan ukuran muka tampak 70-80%
  • Membayar setoran awal ke BPS BPIH untuk mendapatkannomor porsi.
  • Menyerahkan bukti setoran awal ke Kantor Depag Kabupaten/Kota.
  • Calon jamaah haji yang telah mendaftar dan mendapatkan nomor porsi masuk dalam alokasi porsi Propinsi, dapat diberikan hak untuk melunasi BPIH tahun berjalan.
  • Calon jamaah haji yang telah melunasi BPIH tahun berjalan melaporkan diri ke kantor Depag Kabupaten/Kota dengan menyerahkan bukti setor lunas dan pas foto terbaru ukuran 3×4 cm (21 lembar) dan 4×6 cm (2 lembar), berlatar belakang putih ukuran muka tampak 70-80%

Calon jamaah haji yang berhak melunasi BPIH

  • Calon jamaah haji yang belum pernah menunaikan ibadah haji, telah berusia 17 tahun ke atas atau sudah pernah menikah.
  • Suami, anak kandung, dan orang tua yang sudah menunaikan ibadah haji dan akan menjadi mahram calon jamaah haji sebagaimana dimaksud poin atau pembimbing ibadah haji yang ditetapkan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi setempat.
  • Calon haji yang pernah menunaikan ibadah haji dan telah memperoleh nomor porsi, serta masuk dalam alokasi propinsi ditetapkan menjadi waiting list (daftar tunggu) tahun berjalan.
  • Dalam hal porsi propinsi tidak terpenuhi sampai batas akhir masa pelunasan BPIH, calon jamaah haji sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat diberikan kesempatan melunasi BPIH sesuai dengan urutan nomor Porsi Propinsi yang bersangkutan dengan batasan waktu tertentu.

d.  Porsi

Pembagian jamaah haji untuk tiap-tiap Propinsi dan Jamaah haji khusus ditetapkan dengan Keputusan Menteri Agama.

Dalam hal porsi jamaah haji khusus tidak terpenuhi pada akhir masa penyetoran BPIH, maka masa pendaftaran diperpanjang selama 7 hari kerja. Setelah masa perpanjangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), porsi yang tersedia belum terpenuhi, maka sisa porsi menjadi porsi nasional.

Nomor porsidiberikan kepada setiap calon jamaahhaji yang telah membayar setoran awal BPIH sekitar Rp. 25.000.000,-  (dua puluh lima juta). Biaya setoran awal ini bisa berubah setiap tahunnya, tergantung kebijakan.

Calon jamaah haji yang mendapatkan nomor porsi dan masuk dalam porsi Propinsi tahun yang bersangkutan namun tidak menyetorkan pelunasan BPIH, atau nomor porsinya tidak masuk dalam porsi tahun yang bersagkutan, atau telah melunasi BPIH tapi tidak dapat berangkat, maka secara otomatis menjadi waiting list (daftar tunggu). Nomor porsi calon jamaah haji yang batal tidak dapat digantikan.

e.  Setoran BPIH

  • Penyetoran BPIH dilakukan pada BPS BPIH Propinsi domisili calon jamaah haji yang tersambung secara online dengan SISKOHAT. Setiap penyetoran BPIH (setoran awal, setoran luas, dan setoran BPIH khusus) diberikan bukti setoran yang dicetak oleh BPS BPIH secara system melalui SISKOHAT.
  • Bukti setoran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) masing-masing dibuat sebanyak 5 lembar dan setiap lembar dilengkapi dengan pas foto calon jamaah haji yang bersangkutan. Jumlah setor awal BPIH sebesar RP. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) ke rekening Menteri Agama pada BPS BPIH. Setoran awal bias berubah setiap tahunnya sebagaimana telah dijelaskan.
  • Pelunasan BPIH dalam mata uang rupiah dan dolar Amerika (USS) besarya nilai/kurs rupiah terhadap dolarAmerika mengikuti ketetapan Bank Indonesia pada saat pembayaran dilakukan.
  • Pelunasan BPIH merupakan penambahan setoran awal dari besaran BPIH, setelah dikonversikan dengan kurs/nilai dolar Amerika pada hari dan tanggal pelaksanaan pelunasan BPIH.
  • Pelunasan BPIH dilakukan setelah diterbitkan peraturan Presiden tentang besarnya BPIH tahun berjalan.
  • Pemindah bukuan dan pelimpahan setoran BPIH lunas dari BPS BPIH ke rekening Menteri Agama pada Bank Indonesia dilakukan atas dasar kuasa Menteri Agama.
  • Pemindah bukuan dan pelimpahan setoran BPIH lunas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dengan cara mendebit setoran awal BPIH sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) pada rekening Menteri Agama pada BPS BPIH dan menggabungkan sisa lunas BPIH, kemudian men-transfer ke rekening Menteri Agama pada Bank Indonesia.
  • Pemindah bukuan setoran awal ke rekening Menteri Agama dan pelimpahan setoran lunas ke Bank Indonesia dilakukan pada hari dan tanggal penyetoran.
  • Konfirmasi pemindah bukuan dan pelimpahan BPIH ke dalam SISKOHAT dilakukan oleh BPS BPIH setelah jam tutup pendaftaran pada hari dan tanggal penyetoran.
  • Pengembalian setoran awal BPIH kepada calon jamaah haji batal dilakukan oleh BPS BPIH tempat setor, tanpa dikenakan potongan biaya.
  • Pendaftaran haji yang telah menyetor BPIH secara lunas membatalkan diri pengembalian BPIH.nya dikenakan pemotongan biaya administrasi sebesar 1%.

f.  Data Calon Haji

  • Data calon jamaah haji di-entry oleh BPS BPIH ke dalam SISKOHAT berdasarkan SPPH yang sah sesuai KTP calon jamaah haji.
  • Atas setiap record data pendaftaran calon jamaah haji yang diinput oleh BPS BPIH dan memperoleh nomor porsi dari SISKOHAT dikenakan biaya pemanfaatan jasa SISKOHAT sebesar US$2.5 (dua koma lima dolar Amerika)

 g.  Sanksi

  • Calon jamaah haji yang menggunakan identitas orang lain pendaftarannya tidak sah.
  • BPS BPIH yang melakukan tindakan perubahan identitas, foto, dan entry data calon jamaah haji yang tidak sesuai ketentuan prosedur hokum diberikan sanksi pencabutan User ID cabang Bank yang bersangkutan.

h.  Lain-lain

Tempat penyetoran Biaya Penyelenggaraan  Ibadah Haji (BPIH) diseluruh kantor cabang Bank Penerima Setoran (BPS) dalam satu propinsi domisili calon jamaah haji yang tersambung dengan SISKOHAT, yaitu:

  • Bank Mandiri
  • Bank Syariah Mandiri
  • BTN
  • BNI
  • BRI
  • Bank Bukopin
  • Bank Muamalat Indonesia
  • BPD Jawa Timur
  • BPD Jawa Barat
  • BPD DKI Jakarta

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.