Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?
Home » Berita » Sama-Sama Biaya Haji, Apa Bedanya BPIH dan Bipih?

Dalam penyelenggaraan ibadah haji ada banyak istilah yang terkadang belum sepenuhnya dipahami masyarakat, termasuk jamaah haji sendiri. Terkait biaya haji, misalnya, dikenal istilah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), dan nilai manfaat.

Staf Khusus Menag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo mengatakan penjelasan istilah ini bisa dilihat dalam Undang-Undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan, BPIH adalah sejumlah dana yang digunakan untuk operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji. Pasal 44 menyebutkan bahwa BPIH bersumber dari Bipih, anggaran pendapatan dan belanja negara, Nilai Manfaat, Dana Efisiensi, dan/atau sumber lain yang sah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemudian, Bipih adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh warga negara yang akan menunaikan ibadah haji. Nilai manfaat adalah dana yang diperoleh dari hasil pengembangan keuangan haji yang dilakukan melalui penempatan dan/atau investasi. Sementara, dana efisiensi adalah dana yang diperoleh dari hasil efisiensi biaya operasional penyelenggaraan Ibadah Haji.

“Kalau kemarin Kemenag mengusulkan biaya haji 2024 rata-rata sebesar Rp 105 juta, maka itu adalah BPIH. Sedangkan yang harus dibayar langsung oleh jamaah itu namanya Bipih,” ujar Wibowo di Kabupaten Bogor, Jumat (17/11/2023).

Dia pun mencontohkan BPIH 2023. Saat itu, Kemenag mengusulkan BPIH 1444 H dengan rata-rata sebesar Rp 98.893.909,11. Setelah dibahas Panja BPIH, dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR dan Pemerintah, disepakati rata-rata BPIH 2023 sebesar Rp 90.050.637,26.

Komposisi BPIH saat itu terdiri atas Bipih yang dibayar jamaah pada 2023 rata-rata sebesar Rp 49.812.700,26 (55,3 persen), dan nilai manfaat sebesar rata-rata Rp 40.237.937 (44,7 persen).

Berapa biaya haji 2024?

Lantas berapa Bipih 2024 yang harus dibayar jamaah?

Wibowo menjelaskan itu belum ditetapkan. Sebab, saat ini panitia kerja (Panja) yang dibentuk Pemerintah dan Komisi VIII masih mengkaji usulan Kemenag sebesar Rp 105 juta.

“Panja melakukan kajian setiap komponen usulan Kemenag, termasuk mempertimbangkan nilai kurs dolar dan riyal terhadap rupiah,” ucap Wibowo.

“Panja BPIH juga akan mengecek harga layanan di dalam negeri dan Saudi, mulai transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Kemenag juga mengusulkan tambahan layanan makanan di Makkah pada tahun 2024 hingga 84 kali,” kata Wibowo.

Hasil kerja Panja, lanjut Wibowo, selanjutnya akan dibawa ke Rapat Kerja Kemenag dan Komisi VIII untuk disepakati. Setelah BPIH 2024 disepakati, baru akan dibahas komposisi Bipih yang harus dibayar jamaah dan nilai manfaat.

“Dana nilai manfaat dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji. Besaran Bipih yang dibayar jamaah, sangat tergantung juga pada besaran nilai manfaat yang bisa disiapkan BPKH,” jelas Wibowo.

Di tempat yang sama, Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie menegaskan BPIH berbeda dengan Bipih. Menurut dia, usulan Rp 105 juta tahun ini adalah BPIH dan itu bukan dana yang harus dibayar jamaah.

“Dana yang dibayar jamaah namanya Bipih dan itu hanya salah satu komponen BPIH. Jumlahnya berapa, belum ditetapkan,” kata Anna.

Sumber : https://ihram.republika.co.id/berita/s49cfi366/samasama-biaya-haji-apa-bedanya-bpih-dan-bipih

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Mengenal ‘Magha’er Shuaib’, Tempat Nabi Musa dan Shuaib Pernah Tinggal

Mengenal ‘Magha’er Shuaib’, Tempat Nabi Musa dan Shuaib Pernah Tinggal

8 August 2017 543x Berita

Sangat jarang orang  yang tahu tempat atau situs di mana Nabi Musa  tinggal sebelum dia menjadi utusan Allah dan dikirim ke sebuah misi ke Firaun. Akibatnya, sedikit pula orang  yang mengunjungi situs tersebut, meski ceritanya dan lokasinya disebutkan dalam Al Qur’an. Arti penting tempat itu terletak pada nama “Shuaib,” yang merupakan mi... selengkapnya

Separuh Jembatan Mataf sudah Dibongkar, Ini Penampakannya

Separuh Jembatan Mataf sudah Dibongkar, Ini Penampakannya

14 April 2016 348x Berita

Setengah jembatan mataf (tempat tawaf) sampai Rabu (13/4) ini sudah dibongkar. Pembongkaran jembatan dua lantai yang berbentuk cincin melingkari Kabah ini dilakukan sejak awal April ini. Kepala Komite Teknis Mataf di Umm Al Qura UNiversity, Faisal Wafa sebelumnya menyatakan, pembongkaran ini dilakukan dengan tetap memastikan semua keamanan di Masjidil H... selengkapnya

Merencanakan Naik Haji dengan Dana Terbatas

Merencanakan Naik Haji dengan Dana Terbatas

20 March 2017 412x Berita

Rasanya setiap umat Muslim pasti bercita-cita untuk bisa datang dan menapaki Tanah Suci. Namun karena jaraknya yang sudah jauh, membuat biaya transportasi dan juga biaya hidup selama di sana cukup menyita dana tinggi. Apalagi biaya penerbangan dan penyewaan berbagai tempat dan konsumsi selama ibadah haji. Lantas bagaimana jika ingin naik haji dengan dan... selengkapnya

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.