Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?

Madinah, Pusat Dakwah Islam

23 April 2017 400x Berita

Home » Berita » Madinah, Pusat Dakwah Islam

Keberadaan kondisi alam yang subur, sikap masyarakat yang ramah, dan sebagian warganya yang sudah mengenal ajaran Islam, Rasulullah menjadikan kota ini sebagai tempat untuk mengembangkan ajaran Islam, dan mengganti namanya menjadi Madinah.

Dalam artikelnya yang berjudul Islam dan Politik; Suatu Tinjauan atas Prinsip-prinsip Hukum dan Keadilan, Cak Nur menuturkan, kebijakan Nabi SAW mengubah nama kota itu bukan perkara kebetulan. Di baliknya, terkandung makna yang luas dan mendalam, yang mengubah model dan cara hidup masyarakat di Jazirah Arab.

Perkataan “madinah” yang digunakan Nabi SAW untuk mengganti nama Yatsrib, jelas Cak Nur, menyiratkan semacam proklamasi atau deklarasi bahwa di tempat baru itu hendak diwujudkan suatu masyarakat, yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Secara sosial dan politik, sangat teratur atau berperaturan, sebagaimana mestinya sebuah masyarakat ideal.

”Maka, Madinah adalah pola kehidupan sosial yang sopan, yang ditegakkan atas dasar kewajiban dan kesadaran umum untuk patuh kepada peraturan atau hukum. Sistem yang dibangun merujuk kepada pola kehidupan teratur dalam lingkungan masyarakat yang disebut kota,” jelasnya.

Untuk membangun sistem dan pola kehidupan yang baik, Rasul SAW dengan dukungan dari para sahabatnya mendirikan sebuah masjid, yang kemudian dikenal dengan nama Masjid Nabawi.

Dari masjid inilah, Rasul memulai mengajarkan Islam kepada sahabat-sahabatnya, juga kepada umat Islam lainnya. Mulai dari masalah ibadah, muamalah (perdagangan dan interaksi dengan masyarakat), politik, pemerintahan, pengadilan, pembinaan akhlak, hingga masalah perang. Semua aturan itu lebih banyak disampaikan dari masjid.

Karena itu, selain dipergunakan untuk shalat lima waktu, masjid juga dimanfaatkan Rasulullah SAW untuk mendidik akidah dan akhlak umat Islam agar menjadi lebih baik dan kuat. Rasul menanamkan etika dan moral umat dalam pergaulan keseharian, sebagaimana diajarkan Alquran. Sehingga, nilai-nilai Alquran senantiasa tertanam dalam sanubari dan lubuk hati segenap umat Islam. Ibaratnya, Masjid Nabawi sebagai kawah candradimuka dalam pembentukan karakter dan pembinaan akhlak umat.

Dengan akidah yang kuat, akhlak yang baik, dan sikap yang santun dari umat Islam maka menyebar dan memancarlah sinar dan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia. Tak heran bila Madinah dijuluki dengan Al-Munawarah, yang penuh cahaya atau bersinar.

Sumber : Republika.co.id

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

209 Calon Jemaah Haji Kabupaten Bangka Berangkat 2 September 2015

209 Calon Jemaah Haji Kabupaten Bangka Berangkat 2 September 2015

14 August 2015 373x Berita

Ilustrasi Sebanyak 209 calon jemaah haji asal Kabupaten Bangka siap berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi, pada 2 September 2015. Para calon jemaah haji ini sudah mengikuti manasik selama dua hari di Masjid Agung Sungailiat. Demikian disampaikan Kepala Seksi Penyelenggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Kabupaten&nbs... selengkapnya

Kapan Ka’bah Dibangun?

29 September 2023 166x Berita

Ada pendapat menyebut Ka’bah dibangun pada masa Nabi Ibrahim. Para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan pada zaman apa Ka’bah dibangun. Di antaranya ada dua pendapat besar yang berkembang. Ustadz Ahmad Sarwat dalam buku 2300 Konsultasi Fiqih menjelaskan pendapat Pertama, menurut pendapat ini ka’bah baru dibangun oleh nabi Ibrahim alaihis... selengkapnya

Jamaah Haji Kuba: Saya Gemetar Melihat Kabah

Jamaah Haji Kuba: Saya Gemetar Melihat Kabah

8 October 2014 408x Berita

Maria Luiz Calvo (depan-tengah) “Ketika saya mendekati Kabah saya merasa kaki saya gemetar. Mereka tidak bisa membawa saya dan saya hampir pingsan. Saya mulai menangis terkagum-kagum dengan kesucian tempat ini,” tutur dia. Maria Luiz Calvo mengaku sangat bahagia bisa menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Sebab, perempuan asal Kuba itu bisa menjal... selengkapnya

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.