Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?

Kisah Air Zamzam

7 May 2018 458x Berita

Home » Berita » Kisah Air Zamzam

Bagi pengunjung dua Tanah Suci (Makkah dan Madinah), air zamzam yang sumbernya tak pernah mengering, menjadi tujuan utama. Kisah penemuan mata air zamzam selalu didengungkan sehingga umat Islam di berbagai zaman selalu mendengarnya.

Dahulu, Nabi Ibrahim AS (Lahir 2510 SM) mendambakan anak. Sementara istrinya, Sarah, tak kunjung hamil. Kisah-Kisah Shahih dalam Alquran dan Sunnahkarya Syekh Umar Sulaiman al- Asyqor menyebutkan, Ibrahim memohon kepada Allah untuk diberi keturunan yang baik.

Allah mewujudkan keinginan itu. Saat Ibrahim menetap di Baitul Maqdis, Sarah berkata kepada Ibrahim untuk menikah dengan hamba sahayanya Ha jar agar memiliki anak. Ibrahim kemu di an menikah dan setelah itu Hajar ha mil.

Ismail anak dari Hajar dan Ibrahim lahir di bumi yang diberkahi, Palestina. Hajar melahirkan Ismail saat Ibrahim ber usia 86 tahun, tepat tiga tahun sebelum kelahiran Ishaq.

Setelah Ismail lahir, Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim berisi berita gembira kelahiran Ishaq dari Sarah. Ibrahim langsung bersujud. Allah berfirman kepadanya, Aku telah mengabulkan permintaanmu terkait Ismail, Aku memberkahinya, Aku akan memperbanyak keturunannya, dan ia akan memiliki 12 orang besar dan Aku akan menjadikannya seorang pemimpin suku bangsa yang besar.

Saat Hajar melahirkan Ismail, kecemburuan Sarah semakin besar dan me minta Ibrahim agar membawanya per gi, supaya Sarah tidak lagi melihat wa jahnya. Ibrahim akhirnya membawa Hajar pergi bersama anaknya, lalu ditem patkan di sebuah padang pasir, Makkah. Ismail saat itu masih disusui.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya, Hajar mengikat kakinya ketika berjalan sehingga tak mening galkan jejak dan tidak ada yang bisa mengikutinya. Makkah ketika itu tak berpenghuni, hanya hamparan padang pasir tandus.

Saat Ibrahim meninggalkan kedua nya di sana dan beranjak pergi, Hajar menghampirinya dan menarik bajunya. Ia berkata, Ibrahim! Hendak pergi ke ma na engkau dan meninggalkan kami di sini tanpa perbekalan untuk mencu kupi keperluan kami? Ibrahim tidak me nya hut.

Namun, karena terus mendesak bertanya tanpa diberi jawaban, Hajar akhir nya bertanya, Allah-kah yang menyu ruhmu untuk melakukan hal ini? Ibra him mengiyakan. Hajar kemudian me yakini hidupnya tak akan telantar.

Sumber : Republika.co.id

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Keberkahan Waktu Pagi

Keberkahan Waktu Pagi

20 July 2023 145x Catatan Haji

Untuk meraih kucuran berkah, sebagai aktualisasi dari iman dan taqwa itu antara lain dengan istiqamah bangun sebelum waktu salat subuh. Sang Nabi bersabda yang sekaligus mendo’akan umatnya, Allahumma Bârik li ummatî fi bukûrihâ Ya Allah Berkahi umatku pada pagi harinya. Sakhr Al Ghamidi berkata, Rasulullah, jika mengirim pasukan atau ekspedisi mili... selengkapnya

Kota Peradaban

27 April 2023 204x Berita

Ketika memasuki kota Madinah ini, kami segera teringat Mekkah. Ya, Madinah dan Mekkah adalah dua kota suci yang identik dengan Rasulullah. Jika di Mekkah adalah tempat lahir beliau, Madinah ada kota yang dibangun oleh Nabi Saw dan tempat beliau wafat. Jika di Mekkah ada Masjidil haram dan Ka’bah, di Madinah ini terdapat Masjid Nabawi dan... selengkapnya

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.