Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?

Kapan Ka’bah Dibangun?

29 September 2023 209x Berita

Home » Berita » Kapan Ka’bah Dibangun?

Ada pendapat menyebut Ka’bah dibangun pada masa Nabi Ibrahim.

Sumber : Zawawi Rahim (Pexels.com)

Para ulama berbeda pendapat dalam menetapkan pada zaman apa Ka’bah dibangun. Di antaranya ada dua pendapat besar yang berkembang.

Ustadz Ahmad Sarwat dalam buku 2300 Konsultasi Fiqih menjelaskan pendapat Pertama, menurut pendapat ini ka’bah baru dibangun oleh nabi Ibrahim alaihissalam. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Katsir dengan landasan riwayat dari Ibnu Abbas ra, “Seandainya manusia tidak berhaji ke rumah ini (ka’bah), maka Allah tumbukkan langit dengan bumi.”

Selain itu juga dengan dalil ayat-ayat berikut ini:

Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku.” (QS. Al-Hajj: 26)

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia. (QS. Ali Imran: 96-97)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 127)

Pendapat kedua mengatakan bahwa ka’bah sudah berdiri jauh sebelum zaman nabi Ibrahim, yaitu sejak zaman nabi Adam alaihissalam. Bahkan ketika Adam turun ke muka bumi, Ka’bah sudah berdiri tegak dibangun oleh para malaikat. Ka’bah memang didirikan untuk Adam melakukan ibadah kepada Allah SWT di bumi.

Keterangan ini mereka dapat dari hadits dalam kitab Ad-Dalail yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari shahabat Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu secara marfu’. Dan di dalamnya terkandung kisah tentang pembangunan Ka’bah di sejak masa nabi Adam. Namun secara sanad, periwayatan haditsi ini secara sendirian lemah (dhaif).

Maka hadits ini dikuat dengan riwayat dari jalur lainnya, yaitu apa yang diriwayatkan secara mauquf dari Ibnu Abbas ra. sebagaimana yang ada pada Al-Azraqi, Abu Syaikh dan Ibnu Asakir. Pendapat ini manqul dari Muhammad bin Kaab Al-Qurazhi dan ‘Atho dan lainnya. Az-Zarqani merajihkan hadits-haditsnya sebagaimana beliau tulis dalam kitab syarahnya pada kitab Al-Muwaththa’. Di sana beliau menuliskan, “Semua riwayat ini saling menguatkan satu dengan yang lainnya.”

Terkait hajar aswad yang berada di dalam kakbah, bahwa Hajar Aswad berarti batu hitam. Batu itu kini ada di salah satu sudut kakbah yang mulia yaitu di sebelah tenggaradan menjadi tempat mulai dan berakhirnya ibadah tawaf di sekeliling kakbah.

Diletakkan dalam bingkai dan pada posisi 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Batu yang berbentuk bulat telur dengan warna hitam kemerah-merahan. Di dalamnya ada titik-titik merah campur kuning sebanyak 30 buah. Dibingkai dengan perak setebal 10 sentimeter buatan Abdullah bin Zubair, seorang shahabat Rasulullah SAW.

Batu ini asalnya dari surga sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis.

Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.” (HR. Timirzi, An-Nasa`I, Ahmad, Ibnu Khuzaemah dan Al-Baihaqi).

Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah SAW bersada, ”Demi Allah, Allah akan membangkit hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak.” (HR. Tirmizy, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban, At-Tabrani, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Asbahani).

At-Tirmizi mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan. Sedangkan Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalam kitab Shahihul Jami` no. 2180, 5222 dan 6975.

Dari Abdullah bin Amru berkata, ”Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula.” (HR. Al-Azraqy).

Bagaimanapun juga Hajarul Aswad adalah batu biasa, meskipun banyak kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalalulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.”

Sumber : ihram.co.id

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Doa	Bercukur	(Taḥallul)	Setelah Melontar jamrah

Doa Bercukur (Taḥallul) Setelah Melontar jamrah

21 December 2022 87x Kantor Imigrasi

Doa dibaca ketika mencukur/ menggunting rambut (taḥallul) : Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kami dan segala puji bagi Allah atas segala yang telah Allah karuniakan kepada kami. Ya Allah, ini ubun- ubunku, terimalah amal ibadahku dan ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah ampunilah dan sayangilah orang-orang yang mencukur dan memendekkan ... selengkapnya

Mempersiapkan Bekal Terbaik Untuk Berhaji

Mempersiapkan Bekal Terbaik Untuk Berhaji

26 February 2015 397x Berita

Berbekal taqwa untuk menyempurnakan haji Haji merupakan ibadah yang special.  Berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain. Mari kita bandingkan dengan shalat. Kita melaksanakan shalat wajib sebanyak 5 kali dalam sehari, selama seumur hidup kita, sedangkan haji yang wajib hanya sekali dalam seumur hidup kita. Berapa kali pun kita berhaji maka yang diterima se... selengkapnya

Dubes Abdurrahman tinjau penyelenggaran haji di Makkah

Dubes Abdurrahman tinjau penyelenggaran haji di Makkah

14 September 2014 429x Berita

Tiba di Makkah. Jamaah haji Kloter 1 Embarkasi Pondok Gede Jakarta tiba di Makkah, Arab Saudi, Selasa tengah malam hingga Rabu dinihari, sehingga menjadi rombongan pertama yang tiba di Tanah Suci setelah menempuh 7 jam perjalanan dari Madinah. Sebanyal 168.800 jamaah haji Indonesia akan mengikuti ibadah haji di Arab Saudi. (ANTARA News/Unggul Tri Ratomo) Dut... selengkapnya

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.