Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?
Home » Catatan Haji » Catatan Haji 2023 : Haji dan Rekayasa Prilaku

Pagi ini, istriku, bunda @SK191119 NUNUNG UMI, mengundang kolega dan jama’ah majelis ta’limnya hadir dalam acara walimatussafar; prosesi doa bersama sebelum keberangkatan seseorang ke tanah suci (biasanya dilakukan untuk haji dan umroh).

Saya jadi teringat pengalaman beberapa waktu yang lalu, saat saya diundang oleh seorang jamaah calon haji, namanya Pak Alwan. Seorang yatim piatu yang termotivasi untuk mandiri dan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik lagi. Singkat cerita, Pak Alwan berhasil menjadi pengusaha. Ia mendaftar haji lewat jalur furoda, jalur mandiri percepatan yang sudah maklum biayanya relatif besar. Berangkat bersama istrinya ia harus merogoh kocek lebih dari setengah milyar rupiah.

Saat tausiyah, kepada para jamaah aku menyampaikan dua materi utama.

Pertama soal menjemput keajaiban rezeki lewat tehnik QBM atau Quantum Berkat Management. Kedua soal Behavior Engineering atau rekayasa prilaku sebagai inti dari pelaksanaan haji.

Pada bagian pertama tausiyah saya bercerita sedikit tentang perjuangan hidup Pak Alwan yang memenuhi prasyarat menjadi Agen Penyalur Berkat; ulet, tabah, sabar, kreatif, membangun jejaring, tawadhu’, bersahaja, gemar berbagi, menyenangkan orang lain, mudah senyum. Maka ia mendapatkan bagiannya yakni rezeki yang diberkahi.

Rezeki yang diberkahi itu paralel dengan prilaku yang baik, spirit hidup Pak Alwan sudah memenuhi syarat untuk rezeki yang berkelimpahan. Meskipun terlahir yatim dan miskin, tapi kondisi itu tak membuatnya lemah, ia percaya bahwa Allah lebih menyenangi hamba-Nya yang kuat, maka dengan segala keterbatasannya ia menyempurnakan ikhtiyar dan hasilnya; ia terus berkelimpahan.

Prilaku baik itu universal, dikagumi dan diapresiasi oleh semua orang, karenanya prilaku baik itu merupakan elan utama risalah Islam. Sang Nabi bersabda, “Sesungguhnya aku diutus Tuhan untuk menyempurnakan kesalihan akhlak.” Maka, pada semua bagian syari’at; sholat, puasa, zakat dan juga haji selalu ada nilai-nilai perbaikan akhlaq.

Pada materi kedua tausiyah aku mengutip tulisan Syekh Ali al-Jurjawi, penulis kitab hikmat at tasyri’ wa falsafatuhu, yang menyebutkan bahwa di antara hikmah pelaksanaan Haji adalah pendidikan budi pekerti, saya menyebutnya “behavior engineering” atau rekayasa prilaku.

Maka, pesan-pesan kebajikan tersimpul lewat ikhtiyar menahan diri untuk tidak melanggar aturan-aturan yang telah ditetapkan, bukan hanya ketika pakaian Ihram dikenakan, tapi juga setelahnya, itu mengapa Haji Mabrur merupakan perjalanan ruhani yang dampaknya diikhtiyarkan dapat mengubah prilaku manusia untuk tetap menjadi baik. Al-mabrûr berasal dari kata al-Birr yang artinya kebaikan.

Sejalan dengan ayat al-Quran pada ayat 197 Surat Al-Baqarah:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”

Larangan Rofats, Fusuq dan Jidal merupakan bentuk rekayasa prilaku yang amat dahsyat, ada keterlibatan Tuhan yang dituangkan dalam bentuk “peraturan” yang tidak boleh dilanggar, bila dilanggar, engkau harus membayar denda, istilahnya Dam, ukurannya tergantung ringan atau beratnya pelanggaran, paling sedikit memberi makan kepada orang miskin paling besarnya menyembelih kambing bahkan pada ancaman gugurnya pahala haji.

Terhadap soal Dam atau denda ini, setiap pelanggar tidak diperkenankan untuk protes, ia harus menerima dengan ikhlas demi kesempurnaan haji yang dijalani. Bayangkan, betapa rekayasa prilaku ini merupakan benuk pengajaran kebajikan atas sebuah kebijakan. Bahwa, ada aturan, ada denda, ada keharusan yang ditaati.

Kini, mari kita bawa gagasan behavior engineering ini dalam ranah kehidupan. Di setiap negara, pemerintahan yang ada berikhtiyar menyelenggarakan programnya untuk perbaikan kualitas bangsa. Maka ada peraturan dan kebijakan-kebijakan, bila kita melanggar akan ada denda yang ditetapkan. Larangan menempati tanah negara misalnya dimaksudkan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar, baik untuk jalan maupun ruang hijau, tapi faktanya, kita temukan banyak penduduk yang menempati dan menggarap dan pada saatnya nanti tanah tersebut mau digunakan mereka akan marah sekali dan meminta ganti rugi. Saya pernah bertanya ke salah seorang dari mereka, dan “ini kan tanah Allah untuk semua hamba-Nya” menjadi jawaban yang saya dengar. Sementara untuk pelanggaran lalu lintas terlalu sering kita menyaksikan pengebirian peraturan lewat kesepakatan “damai”, yang penting asal gak ditilang.

Rekayasa prilaku di Negara Inggris telah berlangsung sejak ratusan tahun silam, tampaknya telah dimulai pertama kali lewat sektor pendidikan, kalau masyarakatnya sudah pintar peraturan dan kebijakan akan mudah difahami dan ditaati. Di negeri kita, banyak orang pintarnya tapi kalah banyak oleh para pelanggarnya, rasanya sebagus apapun program pemerintah masih belum akan berjalan maksimal.

Sepanjang inikah tulisan mengenai walimah safar? Ya, perjalanan haji juga merupakan perjalanan panjang sejarah sejak keluarga kecil Ibrahim meninggalkan Palestina menuju Mekkah. Maka, pada muqaddimah tausiyah kemarin, aku membacakan shalawat ibrahimiyyah, sejenak aku bercerita kehidupan Nabi Ibrahim di Mesopotamia, lalu ke Mesir, lalu ke Palestina, lalu ke Mekkah hingga napak tilas “Haji” awal oleh keluarga kecil Ibrahim hingga Penyempurnaan risalah haji nanti oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Semoga kita dapat memulai dari yang terkecil dan dari diri sendiri merekayasa prilaku baik dalam seluruh kehidupan, perlahan-lahan tapi pasti, mulailah dari hal sederhana seperti menempatkan sampah di tempatnya, budaya antri, gotong royong, menghargai hak orang lain, budaya tabayyun, bicara santun, menulis santun, komentar santun, nge-share santun dan menutup tulisan dengan santun…. ?

Salam santun?

Ayah Enha
kamu walimah safar juga? mau dapat materi ini? copas dan bacakanlah di depan audiens yang hadir, jangan lupa sampaikan dalam santun dari saya hehehe

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Doa tawaf wada’

Doa tawaf wada’

21 December 2022 98x Kantor Imigrasi

Doa Ṭawaf Wada’ Doa ṭawaf wada’ berikut ini dibaca setiap putaran. Dengan nama Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah dan segala puji hanya kepada Allah, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Besar, tiada daya (untuk meraih manfaat) dan tiada kekuatan (untuk menolak bahaya), kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.... selengkapnya

Haji Usai, Makkah-Madinah Tetap Ramai

24 September 2018 588x Apresiasi Umrah BSM, Berita

Kebijakan Kerajaan Arab Saudi memajukan waktu umrah selepas musim haji membuat keramaian di dua kota suci Makkah dan Madinah tetap terjaga. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, hampir tak ada waktu sela antara musim haji dan ketibaan jamaah umrah dari berbagai negara. Di Masjid al-Haram, Makkah, kepadatan sudah nampak sejak pekan lalu. Pada Jumat (21/9), misa... selengkapnya

Fiqih Haji (Bagian ke-6): Manasik Haji Menurut Urutan Fiqih (Rukun, Wajib, dan Sunnahnya)

Fiqih Haji (Bagian ke-6): Manasik Haji Menurut Urutan Fiqih (Rukun, Wajib, dan Sunnahnya)

7 December 2015 1.336x Fiqih

Pada bagian ini kami batasi pembahasan pada rukun, wajib dan sunnah haji. Sedang pembahasan tentang larangan haji sudah terbahas dalam larangan ihram terdahulu. Rukun dan wajib adalah dua hal yang dituntut dengan tegas. Perbedaan keduanya adalah bahwa meninggalkan rukun berakibat batal haji, sedang meninggalkan wajibnya dapat diganti dengan fidyah. Dalam pem... selengkapnya

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.