Hotline 021-8403641
Informasi lebih lanjut?
Home » Berita » Calhaj Termuda Sukabumi Daftar Haji Sejak Usia 14 Tahun
Ilustrasi : Jamaah Umroh Sahara Kafila
 Dari ratusan calon jamaah haji (calhaj) asal Kota Sukabumi terdapat seorang jamaah yang merupakan termuda. Sosok itu adalah Nadya Rizki (25 tahun) warga Kampung Pasir Pogor, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.
Nadya yang saat ini tengah menjalani program pascasarjana di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dia berangkat bersama saudara kandungnya Fahri Nurohman (27). Keduanya tercatat sebagai calhaj termuda dari Kota Sukabumi. “Awalnya, saya didaftarkan naik haji oleh orangtua pada 2006,” ujar Nadya kepada wartawan di sela-sela acara manasik haji beberapa waktu lalu.

Namun, pada saat itu ada aturan yang menyebutkan usia di bawah 17 tahun tidak bisa daftar. Padahal usia Nadya saat itu 14 tahun dan kakaknya 16 tahun. Sehingga, keduanya tidak bisa berangkat haji.

Sementara kedua orang mereka, Achmad Taufiqurrahman dan Ina Dwianasari bisa berangkat ibadah haji pada 2006. Nadya dan Fahri tidak patah semangat. Keduanya kembali mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji pada 2011 lalu.
Keberangkatannya kali ini dengan didampingi oleh bibinya. Nadya mengatakan, awalnya ia akan diberangkatkan pada 2015. Namun, karena ada pengurangan kuota maka ia bersama kakak kandungnya bisa diberangkatkan pada 2016 ini.

Rencananya, Nadya akan berangkat haji melalui Kelompok Terbang (Kloter) 65 Jakarta pada 2 September mendatang. Jumlah calhaj asal Kota Sukabumi yang tergabung dalam kloter itu sebanyak 178 orang. Sementara sisanya dari daerah lain yakni Kabupaten Subang, Sumedang, dan Kota Bekasi.

Saat ini tutur Nadya, ia tengah mempersiapkan diri untuk dapat menjalankan ibadah haji dengan baik. Caranya dengan membaca buku yang berkaitan dengan ibadah haji dan mengikuti manasik haji. Selain itu, Nadya juga mendapatkan cerita pengalaman menunaikan ibadah haji dari kedua orangtuanya. Hal tersebut menjadi bekal bagi Nadya untuk dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar.

Kakak kandung Nadya, Fahri menambahkan, proses menunggu waktu yang lama untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terjawab pada 2016. “Kami berharap semua proses ibadah haji nanti lancar,” imbuh pria yang kini bekerja di perusahaan kapal di Jakarta.

Saat awal mendaftar pada 2006, Fahriu baru duduk di bangku SMA. Kasie Urusan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sukabumi Dagus Surahman mengatakan, calon jamaah haji termuda dari Kota Sukabumi adalah Nadya Rizki. Ia diberangkatkan bersama dengan Kloter 65.

Jumlah calhaj asal Kota Sukabumi yang diberangkatkan pada tahun ini sebanyak 178 orang. Padahal, kuota untuk Kota Sukabumi mencapai sebanyak 189 orang per tahun. “Kuota sebenarnya 189 orang, namun data awal yang masuk sebanyak 186 calon jamaah haji,” terang Dagus.

Dari jumlah 186 orang calhaj itu terang dia, kembali mengalami perubahan karena ada mutasi calhaj baik masuk dan keluar. Selain itu ada tiga orang calhaj yang batal berangkat haji. Ketiga calhaj batal berangkat haji karena alasan sakit, hamil, dan satu orang calhaj meninggal dunia. (Republika.co.id)

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Komentar Anda*Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.

Calon Jamaah Haji Diminta Persiapkan Kesehatan Sejak Dini

1 May 2018 499x Berita

Jamaah Haji Sahara Kafila, ketika sedang melaksanakan manasik Calon jamaah haji diminta mempersiapkan kesehatan sejak kini agar pelaksanaan haji berjalan lancar. Kementerian Kesehatan mengimbau kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS ini diantaranya selalu menjaga diri dari sengatan matahari secara la... selengkapnya

Fiqih Haji (Bagian ke-6): Manasik Haji Menurut Urutan Fiqih (Rukun, Wajib, dan Sunnahnya)

Fiqih Haji (Bagian ke-6): Manasik Haji Menurut Urutan Fiqih (Rukun, Wajib, dan Sunnahnya)

7 December 2015 1.336x Fiqih

Pada bagian ini kami batasi pembahasan pada rukun, wajib dan sunnah haji. Sedang pembahasan tentang larangan haji sudah terbahas dalam larangan ihram terdahulu. Rukun dan wajib adalah dua hal yang dituntut dengan tegas. Perbedaan keduanya adalah bahwa meninggalkan rukun berakibat batal haji, sedang meninggalkan wajibnya dapat diganti dengan fidyah. Dalam pem... selengkapnya

Hasil Ijtima Ulama VIII Berikan Panduan Haji di Muzdalifah dan Mina, Salah Satunya Mabit dengan Murur

3 June 2024 99x Berita

Salah satu hasil dari Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII memberikan panduan haji di Muzdalifah dan Mina. Salah satunya mengenai mabit di Muzdalifah dengan cara murur.  Ketua SC Komisi Fatwa se-Indonesia VIII Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, hal ini merupakan masalah kontemporer. Pelaksanaan mabit di Muzdalifah dengan cara murur it... selengkapnya

Kantor Kami

Komplek Kafila Business Center

Jl. Raya Bogor Km. 21 No. 1 – 2 Kel. Rambutan Kec. Ciracas – Jakarta Timur

Telp. 021-8403641

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.